Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Agustus 2026

Soda pack & stack

Review Game Lagii..

Nama Game nah
Isi game nya

Apakah satisfying?
"..kureng sih, tapi kalau punya waktu luang bisa dicoba"

Apakah bisa menghasilkan uang?
"Bisa tapi hanya untuk nominal yang kecil, seperti 50rupiah. Minimal penarikan" karena untuk nominal yang agak besar, akan dipersulit sampai akhirnya kita bosan dengan sendirinya.

Apakah harus nonton iklan?
"Yaiya ding. Kalau gak milih untuk nonton juga iklannya otomatis akan terputar sendiri. Dan koin itu juga akan nambah setelah nonton iklan. Satu iklannya dapat koin sekitar 2 sampai 5 perak. Whacksss ....


Minggu, 23 Februari 2025

Sedang Hijrah

Aku sedang belajar, hijrah kejalan Allah.

Karena aku menyadari beberapa hal akhir-akhir ini.

Apapun yang terjadi dan menimpa hidupku itu semua karena sebab diriku sendiri. Aku dapat musibah itu karena dosa-dosa yang kuperbuat. Aku dapat cobaan hidup itu juga karena kesalahanku sendiri, bukan kesalahan orang lain.

-Hukum sebab Akibat-

Dan kenapa Allah menunda rezekiku,itu karena aku juga selalu menunda untuk beribadah kepadanya.

Allah sudah sangat bermurah hati selama ini melimpahkan kesehatan dan kemampuan ini itu pada diriku, tapi aku lupa untuk bersyukur, dan hanya menyalahkan Allah tidak adil atas Takdirku.

Mata yang bisa kugunakan untuk melihat, hal sepele namun selalu luput untuk kusyukuri. Apa harus menunggu suatu saat nikmat pengelihatan ini hilang, baru aku sadar betapa besarnya nikmat melihat ini.
Subhanallah, Wallahuakbar..

Aku sedang berusaha bangkit untuk bersujud kembali pada Allah.
Aku berserah diri, karena aku juga masih takut Mati.

Memperbanyak ilmu agama dan meninggalkan kemilau dunia yang tidak bermakna.
Ibadahku hanya untuk bersyukur kepada Allah, bersyukur atas nikmat terkecil dan rezeki setiap hari yang diberikan.

Dan jika hamba yang tidak tau diri ini boleh meminta dunia. Aku ingin berdoa sedikit pada Allah, agar dibukakan pintu rezeki berupa memiliki aset tanah dan rumah.
Jika diizabah, sekalian juga membuka usaha. Amin allahumma Amin..

 


Minggu, 31 Maret 2024

Satu SISI hidup

Sebelum menikah aku adalah seorang putri yang dimanja.

Dimanja dalam arti tidak pernah merasakan kekurangan harta, meskipun tidak bergelimangan tapi setidaknya kebutuhanku terpenuhi.

Selama menginjak usia kepala 2, aku selalu mampu membeli kebutuhan pribadi seperti bedak dan assesories.

Malah barang-barang seperti skincare adalah hal remeh yang mampu terbeliku dengan mudah.

Akupun tak pernah memikirkan 'hal umum' yang biasa dipikirkan wanita soal "Masak apa besok?", "Belanja apa besok?"

Karna dirumah, mama selalu belanja dan menyiapkan masakan untuk kami sekeluarga.


Tapi selama menjadi putri yang seperti itu, aku sering merasakan ada satu hal yang mengganjal. Selama masih gadis, aku selalu merasa kesepian dan tak punya teman.

Waktuku sepanjang hari adalah sebuah kesendirian yang berharga.


Sampai akhirnya seorang laki-laki hadir dan masuk ke dalam hidupku.

Bersamanya, hidupku tak lagi kesepian.

Aku seolah punya parter dalam hidup, dan dia mulai menjadi bagian dalam hidupku.

Laki-laki itu, tak butuh waktu lama sampai akhirnya menyandang status sebagai suamiku.


Tapi ada satu hal. Suamiku bukan orang yang berharta.

Sejak memulai hidup bersamanya, sosok putri yang dimanja yang selalu terpenuhi kebutuhannya, otomatis tak ada lagi.

Aku mulai kekurangan uang, karna orangtua telah memindahkan tanggung jawabnya pada suamiku.

Sampai pada titik, untuk makan saja aku tidak bisa beli.

Setiap hari aku mulai berfikir "mau masak apa?" dan "belanja habis berapa?"

Aku mulai berfkir bagaimana cara hidup hemat, yang sebelumnya tak pernah kulakukan.


Tapi bahan makanan semuanya mahal, kalau berhemat maka aku harus belanja seadanya. dan kalau belanja seadanya maka aku akan kekurangan gizi.


Haahhh..

Kenapa hidup ini seperti itu.

Mungkin aku hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Tapi kenapa semuanya tidak berjalan sesuai porsinya saja.

Di satu sisi puas, disisi lain kurang. di satu sisi kurang, di sisi lain terpuaskan.

Tidak bisakah terpuaskan dalam segala sisi.




Sabtu, 30 September 2023

Catatan Pengingat Hidupku

Rambutnya pirang tak terawat, kulitnya hitam, bobotnya kurus dan pakaiannya tidak sopan.

Begitulah kesan pertamaku saat melihat perempuan itu.

Namanya Leni. Tak banyak yang kutau soal dia, tapi dia menipu ibuku.

Leni, bersama sekutunya mengaku bisa menggandakan uang, menarik harta dari dunia Gaib.

Naifnya, ibuku yang lugu percaya padanya.


Tak ada jaminan lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang cerdas.

karna nyatanya ibuku yang lulusan S2 sarjana pendidikan, dan kakakku yang S1 sarjana ekonomi, percaya pada dukun.

Sudah sejak agustus 2022 sampai hari ini, dukun itu memberikan syarat-syarat tak masuk akal demi uang gaib.

Tapi hasilnya Nol, Nihil, Kosong.


Aku tak bisa mengatakan lebih detailnya, karna aku sama sekali tak terlibat disana.

Tapi dari yang kusaksikan sendiri, dukun itu meminta sejumlah uang untuk syarat. 

Membeli daging hewan-hewan tertentu, memasak makanan tertentu, belanja bunga dan obat-obatan aneh, sampai mengamalkan amalan tak berdalil.

Ibu dan kakakku menuruti itu, membaca yasin sampai 1000x. Puasa mutih, dan berikir kalimatullah.

Secara kasat mata, itu baik dan beramal pada Allah.

Tapi mengingat tujuan mereka melakukan itu demi mendapat uang gaib, aku fikir udah salah kaprah.

Pengetahuan agamaku juga tak dalam. Apakah yang seperti itu termasuk syirik. We Never Know.


Bukankah, percaya dan meminta pada selain Allah adalah syirik.

Tapi dengan cara mereka yang rajin sholat dan berikir, dengan tujuan tertentu, apakah benar atau salahkah ?

Kembali pada niat.

Niat di hati mereka yang beribadah, adalah antara mereka dan ALLAH. karna itu bukan ranahku menghakimi.


Yang terbaik yang bisa kulakukan adalah mendoakan mereka (ibu dan kakakku) agar tidak berjalan semakin jauh menuju kemusrikan.

Dan posisiku sekarang sama seperti papa, tinggal jauh dari mereka. Menghindar dan menepi agar terkena dampak dari apa yang mereka lakukan.



Aku jadi teringat teman sekolahku dulu namanya fika.

Nada bicaranya Gemetar, di kelas termasuk yang tidak cerdas.

Dia hanya unggul di pelajaran menggambar dan kesenian.

Jika ada lomba 'menghayal' fika pasti juara 1, karna imajinasinya yang terlalu jauh menembus cakrawala.

Melihat leni, mengingatkanku pada fika.

Gaya bicaranya gemetar dan bahasa tubuhnya tidak sopan.

Ketika makan dia sangat rakus seperti orang kelaparan, tapi badannya sangat kurus seperti orang yang tidak doyan makan.

Mungkin, imajinasi leni menembus jauh kedalam dunia gaib, hingga berfikir bisa menipu ibuku dengan memeras hartanya.


Aku tidak suka leni. Dia membuat ibuku jadi seperti orang hampir gila.

Semua waktu dan uangnya sudah habis dikorbankan untuk memenuhi persyaratan leni.

Sampai kabar terakhir, seluruh kampung tau banyaknya hutang ibu dan ibu sudah tak punya apa-apa untuk membayar hutang itu.

Ibu masih mengharapkan uang gaib dari leni.

Dia sudah habis-habisan, jika berhenti sekarang ibu takut akan sia-sia.

Tapi jika dilanjutkan, kehancuran pasti akan datang cepat atau lambat.


Aku selalu berfikir logis di tahun 2023 ini, mana mungkin ada uang gaib.

atau harta gaib.

Jikapun leni punya kemampuan mengambil uang gaib itu dari dunia lain, kenapa tidak lakukan ritual itu sendiri.

dan nikmati harta itu sendiri.

Kenapa harus dengan mendekati ibuku dan mengatakan hal-hal tidak masuk akal untuk memeras uang ibuku.

Ibuku yang Lugu, dan juga baik. 

dunia ini terlalu tak seimbang untuknya. ibu masih saja berfkir, jika semua orang itu baik dan tak memanfaatkannya.


Lalu aku sebagai anak, aku tak pernah bicara serius soal ini pada ibu.

Selama ini aku hanya terkesan mendiamkan.

Karna aku tau, bicara dengan ibu adalah sia-sia.

Papaku saja tidak pernah diacuhkan kata-katanya.

Pemimpin tertinggi dalam rumah tangga saja ditentangnya demi leni.

Sampai papa menyerah dan pergi.


Aku yang anaknya, yang bukan kebanggannya ini 'apalah daya'.

Berhadapan dengan ibu adalah hal yang sesulit itu. Aku menghargai perasaannya sampai mengatakan fakta soal leni, akupun masih berfikir.

Ya, Siapa yang memahami perasaanku, pasti juga kesulitan menjabarkannya.


Terkadang, aku masih bicara sedikit.

Ibu langsung menyalak dan bicara panjang lebar lebih banyak.

Bicara kemana-mana dan tidak nyambung.


Lagipula sudah sejak sangat lama, kalau bicara ibu tak pernah memikirkan perasaanku.

Karna itu aku tak suka bicara pada ibu.


Aku lebih suka keadaan seperti sekarang ini.

Tinggal jauh dari ibu, merawat suami dan anakku dengan sebaik yang kubisa.

Tidak terlibat dalam persoalan apapun di rumah ibu.

Karna pada dasarnya setiap persoalan yang muncul, bukan disebabkan oleh ulahku.


Adikku yang dikejar deptkolektor karna hutang kereta dan pernikahanhya, itu adalah tanggung jawab adikku.

Kakakku yang bertengkar soal harta dengan suaminya, itu juga persoalan kakakku.

Dan ibu yang berhutang kemana-mana demi leni. Itu bahkan aku tak mau bertanggung jawab sedikitpun, karna aku pure tak tau apa-apa.


Terkadang ibu menelfonku, tapi aku sengaja tak menjawab.

Aku bahkan menghilangkan kontak dengan kakak dan adikku, karna aku tak suka mereka.

Aku terlihat bodoh dan lemah di mata mereka.

Aku juga tak bisa bicara banyak ini dan itu dengan mereka karna itu pasti sia-sia.

Lebih baik aku menulis di catatan ini, walau tak di dengar, tapi setidaknya aku lebih lega.


Dan catatan ini juga akan menjadi bukti jika di masa depan terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan.

Dan jika hal-hal buruk merugikanku, aku juga bisa menunjukkan catatan ini pada orang yang tepat. 

Minggu, 09 Juli 2023

Cerpen Short "DAMA"


Namaku Dama, terdengar Lucu !

Aku seorang cewek dan diberikan nama 4 huruf itu oleh keluargaku.

Sebenarnya, orang tuaku mendambakan anak laki-laki ketika ingin memilikiku. Karna aku adalah anak ketiga dari 2 orang kakak perempuan.
bisa dibilang, kehdiranku tidak begitu diharapkan karna aku anak perempuan.
Ibuku yang melahirkan sesar, telah sampai batas maksimal untuk punya anak dan tak bisa hamil ke 4x untuk kembali sesar.

Aku sudah 15tahun, dan tak tau kapan terakhir kali merasakan cinta dari ayah ibuku.

Mereka semua sibuk bekerja dari pagi hingga pagi.
Kedua kakakku sibuk bekerja dan kuliah dari pagi hingga malam.
Aku hanya dirumah sendirian, sepulang sekolah. Makan mi instan, membaca buku sampai sore, dan tidur di waktu malam.

Di hari liburpun, aku hanya beraktifitas sendiri dirumah, merapikan kamar dan rumah sudah menjadi rutinitas yang tak bisa kuhindari meskipun tak dihargai keluargaku.

Untungnya dibalik rasa kesepianku dirumah, begitu keluar rumah beberapa tetanggaku adalah orang yang perhatian padaku.
Kami selalu bertegur sapa dan saling berbagi cerita di kala bosan.

Ibu ranti, adalah seorang janda muda yang punya satu orang anak laki-laki. Namanya Dio dan usianya 2tahun lebih tua dariku.
Dio yang pendiam. Untuk ukuran seorang anak laki-laki, dia termasuk anak rumahan yang jarang keluar rumah selain hanya untuk sekolah dan kursus.

Selama menjadi tetangga dio, aku lihat beberapa temannya yang selalu datang kerumahnya. Mereka bilang, dio anak yang pintar disekolah. Aku tak sengaja mendengarnya ketika mereka bicara dengan ibu ranti.

Semakin lama bertetangga, ternyata dio ingin menjadikanku sebagai adiknya. Karna dia anak tunggal dan mungkin karna dia tau keberadaanku tak diinginkan dirumahku sendiri.

Berawal dari membantu pekerjaan sekolah yang memusingkan kepala seperti fisika dan kimia, semakin lama kami semakin dekat.
Dio menjagaku dan memperhatikanku seperti adiknya.
aku tak tau, tapi aku menolaknya.

perasaan yang tak bisa kujelaskan, nyata dan semu.

Aku bahagia dekat dengan seorang yang baik seperti dio, tapi kenapa aku tak suka jika dia menganggapku sebagai adiknya.

Mungkinkah aku mengharapkan sebuah hubungan yang lebih dari sekedar ‘kakak-adik’.

 

Sabtu, 02 Januari 2021

Wak Nasut

 Entah bisa dibilang Teman, Guru, atau Pertemuan yang salah.

Sebelum akhir tahun 2020 aku bermimpi Tentangnya. Dia datang kerumah dan mengajakku pergi keluar.

..

Ya, aku akan menceritakan sedikit yang kuingat saja soal dia.

Saat seperti biasa sang Takdir mempertemukan sepasang anak Manusia.
 Aku bertemu dengannya tanpa usaha, dialah yang awalnya datang ke tempat kerjaku, kenalan dari bg Hendra.

Ya, siapapun yang bertemu langsung denganku pasti langsung bisa melihat kekuranganku. Banyak bintang dan bulan berjajar di tangan dan kakiku.
dan dia yang seorang Fotografer, otomatis pengamatannya akan langsung menuju ke sana.

Apakah punya kemampuan mandiri atau sekedar tebak-tebak buah manggis, wak nasut bisa mengenali wanita yang masih perawan.

Kami sempat dekat dan hingga akhirnya menjauh begitu saja. 

Berikut Foto kenangan ku bersama wak nasut.

 

waktu ada even

di Gg. SMA

pante adil

pante adil part 2

pante adil part 3

ngebolang dong

burem difotoin gembol

duyang takut jatoh

ehh

di gg Sma part 2

ajak hunting

dilarang-larang


Selasa, 15 Desember 2020

MAMA

 Mamaku itu… Sejak aku menikah hingga usia pernikahanku 9bulan, dia bukan lagi menjadi ibu panutanku.

Sebuah masalah yang ditimbulkan adik-adiknya, membuatnya menanggung beban yang gak seharusnya dia tanggung.

Suamiku bilang, mama itu ingin terlihat hebat (sok hebat) dan menjadi pahlawan untuk adik-adiknya. 

seolah semua masalah bisa diselesaikan atas kehendaknya sendiri.

Itulah mama, kuanggap sebagai wanita yang mudah dibodohi.

Aku tak membencinya, meskipun sudah berubah menjadi Buruk. Karna biar bagaimana, aku terlahir darinya.

Dan karna tindak tanduknya, aku tumbuh sedikit bijak.

Sejak aku hamil, perkataan dan Doa yang dilontarkan mama, kebanyakan memberiku peringatan dan nasehat yang mengarahkanku pada hal-hal yang negative.

Misalnya, “jika kamu malas, nanti sulit melahirkan”, “jika kamu lasak, nanti calon bayimu cacat”, “jika dokumen-dokumen yang diperlukan tidak segera diurus, nanti akan menyulitkan jika butuh BPJS, untuk proses persalinanku”.

Sampai hal-hal paling sepele, seperti memakai baju yang pas untuk wanita hamil, semua itu tetap dikatakan padaku dalam hal yang negative.

Aku tak ingin terjadi hal buruk apapun padaku, apalagi calon keturunanku. Tapi jika mama terus mencerca dengan kata-kata dan doa seperti itu malah aku jadi kepikiran.

Tak bisakah mama mengubah tata bahasa sesuai kondisi, agar tak terlalu menusuk di hati.

“tidak ada ibu yang ingin mencelakai anaknya, yang ada hanya anak durhaka yang suka membantah” Ho ho

Jika mama atau yang disebut ibu itu  terus saja menyakiti perasaanku. Bolehkah kubantah dia sesekali ketika kurasa keadaan tak cocok dengan kata-katanya.

‘oh tidak boleh ya, itu kan durhaka namanya’

Seandainya memang aku Durhaka, timbul rasa cemas dihati ketika akan melahirkan anakku kelak, aku takut akan kesulitan, karna didera karma.

Huuuffft…..

Seseorang tolonglah aku, bantu aku melegakan pikiranku.

by me



Rabu, 17 Juni 2020

Bjs Zldn Nst

 



Hanya punya pertemuan singkat satu kali.

Putih, Mungil, dan Ginong.

Ngakunya sih anak baek-baek. Marganya kan Nasution (entah apa hubungannya).

Ingin dekat dengannya karna terobsesi sama dunia Band dan music. Ya, dia punya studio music di daerah Delitua.

Ketemu di 2x acara, dia ngasih aku kesempatan jadi vokalis di hadapan orang-orang gak dikenal.

Pertama kali dia jadi gitaris, dan kedua kali jadi Drumer.

Well, yang selalu jadi teka-teki tentang dia adalah, umurnya yang gak pernah dijawab setiap kali kutanya ‘berapa?’ dan juga tanggal lahirnya ‘kapan?’
Mungkin, daripada bohong, lebih baik gak jawab.

..

Pertemuan terakhir, kami beli sate, dan minuman di Alfamart.

Dia cukup kurus dan pucat untuk dikatakan sebagai laki-laki tanpa obat-obatan. Ngakunya sama aku dia itu ‘Gak –Doyan- Makan’

Sepulangnya dari pertemuan itu, kami berbincang dari whatsaap seperti adanya biasa. Karna dia Dewasa, dan aku percaya dia tak akan menimbulkan banyak masalah di hidupku.

--

Terakhir mengetahui kabarnya dia sedang aktif di Akun Youtube, mengUpload Video bernyanyi dan bermusik di Studionya.

Doaku semoga dia Sukses, bisa kembali pada kehidupan yang sebenar benarnya bahagia untuknya. Pokoknya yang terbaik untuk perjalanan karir dan Cintanya.

Jumat, 27 Desember 2019

Cerita Gagal dan versiku :D

 Sewaktu masih duduk di bangku Menengah Atas, aku enggak punya rencana atau bayangan bakalan jadi apa di saat tamat sekolah.
Aku berharap semua keputusan akan muncul dengan sendirinya, dan aku akan mengikuti alur dengan baik.

Tapi well, aku kebingungan begitu menjalani keseharianku setamatnya dari SMA.

Aku tidak mendapat saran dari siapapun. Tidak ada yang mendorong untuk bergerak, dan dari diri sendiripun terlalu nyantai sampai-sampai aku menghabiskan waktu menganggur dirumah dengan pasif.

Sempat Kursus Desain Grafis, yang memberiku bobot ilmu Photoshop dasar. Lalu berkuliah di kampus terdekat dengan ketidaksiapan mental yang pada akhirnya membuatku gagal di tengah jalan.

Lalu bekerja di tempat Tukang Jahit sebagai babu tak digaji.
dan terakhir bertahan di sebuah Percetakan Fotokopi selama 2tahun.

Keluarnya dari tempat itu, aku tumbuh menjadi bunga unik yang mulai memiliki sedikit mimpi.

Sampai akhirnya, akupun mempunyai usahaku sendiri. Fotokopi dan Tokoku sendiri.

Well, Entah kemana alur membawa, dan aku tetap bertahan pada satu sifat, INTROVERT.

Satu-satunya hal yang selalu memberiku kebahagiaan adalah Kesendirianku.

Bukannya tak butuh bahagia dengan manusia. Tapi aku tak pernah mendapati kebahagiaan dengan orang lain akan selalu lancar tanpa pagar.

Semua kejadian yang kurasa, ada konsekuensinya. Tawa akan dibayar Air Mata, Kecewa akan terbayar dengan bahagia.

Aku tidak suka diusik, dan aku akan berusaha sebisa yang kubisa untuk tak pernah mengusik.

Dan di Seperempat usiaku ini, aku ingin satu hal keajaiban bisa terjadi padaku. Bukan hal muluk dan mustahil.
Aku hanya ingin dipercaya sebagai manusia yang bisa membedakan mana yang baik dan tidak untuk hidupku.

AKU INGIN DIHORMATI SEBAGAI MANUSIA.


Terkadang aku merasa, semakin lama waktu yang kujalani semakin sia-sia. Aku tidak tau kemana aku akan menuju, di masa depanku.

Aku tidak tau harus kemana.

Aku tidak punya tempat yang bisa membuatku hidup dengan tenang dan damai.

Aku juga tidak punya siapapun yang bisa kuajak bicara untuk mengungkapkan semua isi hatiku.

Aku tidak bisa peduli pada orang lain, bahkan untuk berpura-pura perduli, aku tidak bisa. Karna diriku sendiri selalu merasa tidak pernah ada yang peduli.

Aku tidak ingin disayangi lagi.
karna disayangi juga tidak akan membuatku bahagia, hal semacam itu malah menjadikan beban karna mau tak mau aku harus menjadi orang lain untuk bisa terus disayang.

==

Aku hanya ingin mencintai.

Cinta pada seseorang yang akan berlangsung sampai selama 30tahun.

Cinta yang tidak akan diketahui oleh siapapun, yang akan kusimpan dalam hati dengan ketulusan yang tiada tara. Cinta tersembunyi, yang akan selalu lebih dalam dibandingkan cinta yang diumbar kemana-mana.

Lalu, jika suatu saat aku merasa kesepian, dan rindu akan kehadiran orang lain di sampingku. Maka aku hanya perlu beribadah, dan Berdoa pada sang pencipta.

Karna DiaLah pemilik semesta, dan pemilik jiwaku seutuhnya.

Tuhanku bersamaku, karna itu aku tidak boleh berfikir  jika aku selalu sendirian.

Aku kesepian karna manusia lain tidak mengerti aku. Tapi sang Pencipta, aku ingin dekat dengannya saja. DiaLah yang satu-satunya paling mengerti dan mampu menenangkan hatiku.

 

BY : Cherry