Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Hurt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hurt. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2026

Auto Sad

 Kalau ditanya hal apa yang bisa membuat ku langsung sedih begitu terkenang. Yang pertama adalah kalau ingat papa yang sudah Almarhum, dan yang kedua saat aku ingat pada Usahaku yang sudah bangkrut.

Bagaimana aku dulu terus berada di sana. Dengan hati berbunga-bunga dan juga jiwa yang penuh harapan.

Tapi semua hancur karena Dosa dan Ulahku sendiri.

Syukurnya. Aku punya suami yang tau betul tujuan hidupnya.

Dia membuatku bisa lupa. Dan memulai yg baru.

Hahhh... Tapi tetap saja sedih kalau teringat.



Minggu, 31 Agustus 2025

Kukira

 Dulu, aku minta kamu untuk pergi.
Karna kufikir aku sangat mencintaimu.

"Dengan kamu pergi sekarang, maka yang ada di ingatanku adalah hal indah tentangmu saja. Jadi aku tidak akan membencimu, aku hanya akan menganggapmu sebagai kenangan yang terindah"


Tapi ternyata yang terjadi adalah kebalikannya. Saat aku berpisah denganmu, yang paling kuingat dari sosokmu adalah laki-laki bodoh yang selama menjalin hubungan denganku selalu menyakiti perasaanku.

Saat itu kukira aku benar, ternyata aku sudah salah sejak awal.

Minggu, 06 April 2025

Mimpiin Mbah Putri

Saat sudah mau masuk subuh hari, aku bermimpi berkunjung ke rumah Mbah Putri. Merayakan hari raya disana.

Rumahnya sangat rapi, resik dan bersih seperti suasana saat mbah masih ada dan tinggal disana. Beberapa sanak saudara ada disana, tapi aku tidak tau persis siapa saja.

Aku melihat meja kayu tempat mbah meletakkan magic com penanak nasi. Meja yang rapi dan enak dipandang. Mbah putri duduk di sana, dengan wajah sendunya dan cepol rambut khasnya yang bulat disanggul di tengah.
Rambutnya putih diseling beberapa helai yang hitam.
Bajunya kebaya cantik yang menggambarkan lekuk tubuh mbah yang cantik khas gitar spanyol mbak-mbak jawa.

“Mbahh... betapa rindunya aku.. taukah mbah banyak sekali yang berubah dari rumah ini saat mbah sudah pergi, untuk sekedar menginjakkan kaki di lantainya saja aku sudah tidak bisa. Hanya mengunjunginya dalam mimpi seperti ini”.

Aku menyalam tangannya, mencium punggung tangannya dan lalu memeluknya seolah mbah putri masih hidup disana.
Aku lihat lehernya yang sedikit panjang, tapi itu tidak membuatku takut, karena aku merindukannya.

Lalu di sisi yang lain aku bermimpi kiosku lagi, aku melihat pintunya berubah, pintu kayu bercat putih yang bagian kuncinya sudah dicongkel orang lain.

Aku melihat isinya yang sangat mirip dengan isi kios saat aku masih jualan dulu.
Bahkan Rak stiker itu masih ada disana.
Aku takut seseorang masuk dan mencuri sesuatu dari sana.  Aku mengintipnya ke dalam dan seketika rasa rindu akan tempat itu memenuhi pikiranku.

Entah karena alasan apa aku tidak bisa kembali kesana. Tapi aku sedih, seolah itu bukan salahku.

Dan saat tidur siang mimpi itu kembali berlanjut. Rumah itu tampak nyaman karena bersih dan rapi, ada widy dan bik linda yang sedang berlebaran di rumah itu bersama mbah putri. Aku ingat saat hari raya aku tertidur di pojok sana, sambil merasa nyaman. Ingatan itu bercampur dengan pengelihatan yang nampak dalam mimpi.

Di sudut perasaan yang lain, aku tau, rumah itu sudah sepenuhnya berubah. Bukan milik keluarga kami lagi, aku melihat giawa dan malah merasa segan padanya.
Aku masuk pintu rumah itu dengan mudah, dan mengintip ke dalam kamar mbah. Semuanya masih terlihat sama. Letak tempat tidur, lemari dan semua printiannya.

Aku bahagia melihat itu meski hanya dalam mimpi.

Kamis, 13 Maret 2025

im a still relevant in this sitt

 Segoblok gobloknya manusia, kayaknya gw termasuk yang tergoblok deh. Gimana enggak, jelas-jelas gw lihat dengan mata kepala gw sendiri kalau ibu kandung gw itu percaya sama dukun. Sampai ditipu oleh dukun -puluhan juta- dengan dalih bisa menjemput harta gaib dari negri Jin. Hohoho..

gw bisa ngakuin ini dengan santai, karena pada akhirnya ibu gw sadar sendiri kalau dirinya telah ditipu dengan omong kosong dari sang dukun tersebut.

--dan itu kejadiannya kurleb 2 tahun yang lalu sebelum bokap gw meninggal.

sampai akhirnya nyokap gw yang percaya dukun itu, -belum genap setaun- kawin lagi sama tua bangka bau tanah.
yah.. tanpa rasa bersalah gw malah lebih nyaman menyebut suami nyokap sebagai tubang daripada harus memanggilnya bapak.

setelah satu persatu motif dari pernikahan tersebut terungkap, akhirnya gw makin merasa diri ini goblok. karena dengan sengaja membiarkan nyokap nikah sama laki-laki tua, yang cuma mikirin dirinya sendiri. ya, meskipun nyokap juga nikahin tu lakik biar dapat warisan tanahnya aje.

--hingga kejadian hari ini, gw mual campur mau muntah karena sejak hari senin -sekarang hari kamis- rumah gw kedatangan laki-laki yang mukanya kayak babi aer. #ups

tanpa rasa gak enakan, gw nganggep laki-laki yang datang kerumah sebagai babi aer. Karena selain wajahnya yang *jeleknyademiapasumpahmampusjelekbangetnauzubillahh*
tingkahnya juga tidak tau malu.

nyokap gw yang udah bersuamikan tubang memang tidak tinggal serumah dikarenakan satu lain hal.
so, hal itulah yang dimanfaatkan sama si babi aer untuk sering datang kerumah buat pedekate sm nyokap gw.
dan lagi-lagi gw merasa goblok sebagai anak, karena walaupun gw tau niat jelek dari si babi aer, tapi gw tetep diem aja nanggepin.

si babi aer ngungkapin cintanya sm nyokap gw via whatsaap dan itu terbaca sm gw. dia datang kerumah berlagak manusia plonga-plongo, tapi saat ada kesempatan maka dilancarkannyalah itu jurus2 memikat nyokap gw.

yang gw gak suka babi aer selalu numpang makan seolah dia ada ngasih andil untuk belanja makanan di rumah ini.
trus gak tau waktu kalau malam bukannya langsung pulang, tapi ngejogrog di ruang tamu berjam-jam. 

gw selalu jijik lihat muka si babi aer, suami gw juga kalau pulang kerja jijik lihatnya, karena kalau ditatap suami gw dia pasti nunduk ketakutan, seolah punya salah.
mungkin sadar mukanya emang jelek si babi aer juga gak berani ngomong sama orang-orang dirumah ini selain sm nyokap gw, pujaan hati incarannya.

yang gw sesalkan sih, nyokap gw jg nanggepin, gk nyadar kalau dirinya itu punya suami. walaupun seorang tubang yang tinggal jauh disana, secara agama nyokap itu sama sekali gak boleh dong berhubungan sama laki-laki lain tanpa seizinnya. itu tuh suami sahnya loh..

Hade...hh...

...

Sekian dulu unek2 gw hari ini.

gw yang goblok ini setidaknya sudah merasa lega bisa meluapkan -bom di hati (yang bisa meledak kapan saja ini)- disini.







Kamis, 10 Oktober 2024

how

 Jika aku memiliki Dosa terhadap diriku, seperti tidak menutup aurat, maka itu adalah urusanku dengan Tuhanku.

Tapi jika seorang manusia yang bahkan bukan siapa-siapa menghakimi karna aku tidak menutup aurat. Maka itu bukan sepantasnya dilakukan.
Karna itu hanya akan membuatnya ikut berdosa atas dosa orang lain yang tidak merugikan dirinya sendiri.

Jadi, untuk menyikapinya aku hanya mengabaikannya saja.

Dosaku adalah urusanku dengan Tuhanku.

Tapi akibat dari orang lain mengurusi Dosaku, maka itu akan  menjadi dosanya terhadap Tuhannya.

Well, begitulah !



Kamis, 26 September 2024

Mama {1}

 Aku banyak menyimpan foto mama, Dan semakin banyak fotonya yang kulihat, aku semakin sadar, bahwa selama aku menjadi anaknya, aku tidak menyimpan kedekatan emosional apapun padanya.

aku tidak marah pada mama, karna sekejam apapun perlakuannya padaku, dia tetaplah seorang yang membuatku ada disini.

fakta bahwa dialah yang melahirkan dan membesarkanku tak akan bisa diubah oleh apapun. Doa terburuk yang kupanjatkan juga tak akan terpengaruh dalam hidupnya.

Karna itu aku hanya mendoakan doa yang terbaik untuk mama.

Dan Mama. Dia juga pernah berkorban harta untukku, meskipun harta itu hilang lenyap bagai tertiup angin.
Setidaknya dalam  hidupnya dia juga pernah mengakui kemampuanku.




Kamis, 05 September 2024

mental disorders

Setiap kali bangun tidur, pikiranku selalu keganggu dengan apa yang telah orang ‘jahat’ lakukan terhadapku.

Rasa Cemas, Kesal, benci, takut dan marah bercampur jadi satu.

Begitu membuka mata, aku berfikir “Hal gak enak apa yang kurasakan kemarin”, seperti diancam sama kakak ipar, kehilangan benda yang kujaga selama ini, dimaki oleh suami, dihina oleh ibu dan saudaraku sendiri.
Perasaan semacam itulah hal pertama yang kurasakan di pagi hari , saat baru terbangun dari tidur.

Sulit menjelaskannya, tapi kira-kira begitu.
Aku cukup terganggu dengan keadaan semacam ini akhir-akhir ini.
Jika ini sebuah diagnosa gangguan jiwa, apakah namanya ?

Satu-satunya hal positif yang bisa meredam perasaanku adalah putri kecilku yang pintar. Itupun terkadang kulampiaskan kekesalanku padanya yang tak tau apa-apa.

Aku tertekan akan hal-hal sepele yang terjadi disekitarku.

 Adakah yang bisa membantuku ?

Jumat, 31 Mei 2024

Someting/ one thing

Kalau ada hal atau sesuatu yang membuatku tambah bodoh dan idiot di dunia ini, maka hal itu adalah Ibu Kandung, saudara sepupu perempuan dan juga suamiku sendiri.

Di dekat mereka aku akan semakin bodoh, idiot dan kehilangan diriku.

Kau tau kenapa ?
‘Karna aku sendiri tak bisa mengendalikan diriku,  dan tak punya kuasa atas diri sendiri jika sedang berada disekitar mereka'

Aku membenci itu, tapi tak ada jalan keluar.

Mungkin, hanya kematian.

Karna mati artinya sendiri.
dan Kesendirian itu sendiri adalah sebuah kebebasan bagi diriku.

-
Mereka itu merepotkan
Mengatur hidupku

dan membuat hal-hal baik dan positif dalam pikiranku itu menjauh.


*Fak


Minggu, 31 Maret 2024

Satu SISI hidup

Sebelum menikah aku adalah seorang putri yang dimanja.

Dimanja dalam arti tidak pernah merasakan kekurangan harta, meskipun tidak bergelimangan tapi setidaknya kebutuhanku terpenuhi.

Selama menginjak usia kepala 2, aku selalu mampu membeli kebutuhan pribadi seperti bedak dan assesories.

Malah barang-barang seperti skincare adalah hal remeh yang mampu terbeliku dengan mudah.

Akupun tak pernah memikirkan 'hal umum' yang biasa dipikirkan wanita soal "Masak apa besok?", "Belanja apa besok?"

Karna dirumah, mama selalu belanja dan menyiapkan masakan untuk kami sekeluarga.


Tapi selama menjadi putri yang seperti itu, aku sering merasakan ada satu hal yang mengganjal. Selama masih gadis, aku selalu merasa kesepian dan tak punya teman.

Waktuku sepanjang hari adalah sebuah kesendirian yang berharga.


Sampai akhirnya seorang laki-laki hadir dan masuk ke dalam hidupku.

Bersamanya, hidupku tak lagi kesepian.

Aku seolah punya parter dalam hidup, dan dia mulai menjadi bagian dalam hidupku.

Laki-laki itu, tak butuh waktu lama sampai akhirnya menyandang status sebagai suamiku.


Tapi ada satu hal. Suamiku bukan orang yang berharta.

Sejak memulai hidup bersamanya, sosok putri yang dimanja yang selalu terpenuhi kebutuhannya, otomatis tak ada lagi.

Aku mulai kekurangan uang, karna orangtua telah memindahkan tanggung jawabnya pada suamiku.

Sampai pada titik, untuk makan saja aku tidak bisa beli.

Setiap hari aku mulai berfikir "mau masak apa?" dan "belanja habis berapa?"

Aku mulai berfkir bagaimana cara hidup hemat, yang sebelumnya tak pernah kulakukan.


Tapi bahan makanan semuanya mahal, kalau berhemat maka aku harus belanja seadanya. dan kalau belanja seadanya maka aku akan kekurangan gizi.


Haahhh..

Kenapa hidup ini seperti itu.

Mungkin aku hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Tapi kenapa semuanya tidak berjalan sesuai porsinya saja.

Di satu sisi puas, disisi lain kurang. di satu sisi kurang, di sisi lain terpuaskan.

Tidak bisakah terpuaskan dalam segala sisi.




Kamis, 07 Desember 2023

Suami Sempurnaku

Tipe idealku sejak masa remaja itu adalah seorang cowok berkulit putih dan berbadan tinggi.

Well setidaknya harus lebih tinggi dariku  10cm.
Yang kalau bisa karakter wajahnya seperti orang amerika (ras kaukasoid)

Ras Kaukasoid
Yang berciri fisik, hidung mancung, alis tebal, bibir tipis dan mata biru.

Dan alhamdulillahnya, aku sudah menemukan seorang cowok dengan tipe fisik seperti itu. Meskipun tidak bermata biru, tapi kalau kena sinar matahari, matanya berwarna coklat muda.

Lebih Bersyukurnya lagi, laki-laki itu sekarang sudah menjadi suamiku.

Jauh sebelum aku bertemu dengannya, sebenarnya aku sudah pesimis duluan.
Karna aku yang kulitnya penuh bekas luka ini, mana mungkin mendapatkan cowok yang kulitnya putih seperti orang bule. Mana ada cowok yang mau, begitu pikirku.

Tapi hari ini, dia sudah jadi suamiku. Tinggi badannya 1,75 cm, dan meskipun bukan putih cerah, tapi kulitnya kuning langsat dan bersih.

Bahkan ketika memutuskan ingin menikah, ada satu pembicaraan antara aku dan papa. Soal apa yang kusukai dari calon suamiku ?
dan dengan PDnya aku bilang sama papa. “dia tipe cowok idealku secara fisik”.

Sebenarnya kalau bukan karna tingkah laku dan wataknya, dia akan menjadi sosok sempurna di mataku. Tapi begitu sudah menikah dan melalui setiap hari bersamanya, ada beberapa sifat dan karakter memuakkan yang kerap dinampakkannya.
Hal itu terkadang, menutupi kesempurnaan fisiknya.
Jika aku sudah dibentak, wajah tampannya itu bahkan tak mau kulihat.

Karna masih dalam standart manusia, aku tau tak akan ada yang sempurna.
Tapi beberapa kali aku bahkan sempat berfikir untuk konsultasi dengan psikolog. Karna secara fisik sangat ‘tipe kesukaanku’. Tapi kenapa ada saat aku berdekatan, bahkan bersentuhan dengannya, yang kurasakan bukan bahagia, tapi malah hampa dan jijik.

Minimnya pengertian dan rasa peduli, membuatnya terlihat semakin jelek. Bukan fisiknya, tapi cacatnya perasaanku.

Sabtu, 30 September 2023

Catatan Pengingat Hidupku

Rambutnya pirang tak terawat, kulitnya hitam, bobotnya kurus dan pakaiannya tidak sopan.

Begitulah kesan pertamaku saat melihat perempuan itu.

Namanya Leni. Tak banyak yang kutau soal dia, tapi dia menipu ibuku.

Leni, bersama sekutunya mengaku bisa menggandakan uang, menarik harta dari dunia Gaib.

Naifnya, ibuku yang lugu percaya padanya.


Tak ada jaminan lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang cerdas.

karna nyatanya ibuku yang lulusan S2 sarjana pendidikan, dan kakakku yang S1 sarjana ekonomi, percaya pada dukun.

Sudah sejak agustus 2022 sampai hari ini, dukun itu memberikan syarat-syarat tak masuk akal demi uang gaib.

Tapi hasilnya Nol, Nihil, Kosong.


Aku tak bisa mengatakan lebih detailnya, karna aku sama sekali tak terlibat disana.

Tapi dari yang kusaksikan sendiri, dukun itu meminta sejumlah uang untuk syarat. 

Membeli daging hewan-hewan tertentu, memasak makanan tertentu, belanja bunga dan obat-obatan aneh, sampai mengamalkan amalan tak berdalil.

Ibu dan kakakku menuruti itu, membaca yasin sampai 1000x. Puasa mutih, dan berikir kalimatullah.

Secara kasat mata, itu baik dan beramal pada Allah.

Tapi mengingat tujuan mereka melakukan itu demi mendapat uang gaib, aku fikir udah salah kaprah.

Pengetahuan agamaku juga tak dalam. Apakah yang seperti itu termasuk syirik. We Never Know.


Bukankah, percaya dan meminta pada selain Allah adalah syirik.

Tapi dengan cara mereka yang rajin sholat dan berikir, dengan tujuan tertentu, apakah benar atau salahkah ?

Kembali pada niat.

Niat di hati mereka yang beribadah, adalah antara mereka dan ALLAH. karna itu bukan ranahku menghakimi.


Yang terbaik yang bisa kulakukan adalah mendoakan mereka (ibu dan kakakku) agar tidak berjalan semakin jauh menuju kemusrikan.

Dan posisiku sekarang sama seperti papa, tinggal jauh dari mereka. Menghindar dan menepi agar terkena dampak dari apa yang mereka lakukan.



Aku jadi teringat teman sekolahku dulu namanya fika.

Nada bicaranya Gemetar, di kelas termasuk yang tidak cerdas.

Dia hanya unggul di pelajaran menggambar dan kesenian.

Jika ada lomba 'menghayal' fika pasti juara 1, karna imajinasinya yang terlalu jauh menembus cakrawala.

Melihat leni, mengingatkanku pada fika.

Gaya bicaranya gemetar dan bahasa tubuhnya tidak sopan.

Ketika makan dia sangat rakus seperti orang kelaparan, tapi badannya sangat kurus seperti orang yang tidak doyan makan.

Mungkin, imajinasi leni menembus jauh kedalam dunia gaib, hingga berfikir bisa menipu ibuku dengan memeras hartanya.


Aku tidak suka leni. Dia membuat ibuku jadi seperti orang hampir gila.

Semua waktu dan uangnya sudah habis dikorbankan untuk memenuhi persyaratan leni.

Sampai kabar terakhir, seluruh kampung tau banyaknya hutang ibu dan ibu sudah tak punya apa-apa untuk membayar hutang itu.

Ibu masih mengharapkan uang gaib dari leni.

Dia sudah habis-habisan, jika berhenti sekarang ibu takut akan sia-sia.

Tapi jika dilanjutkan, kehancuran pasti akan datang cepat atau lambat.


Aku selalu berfikir logis di tahun 2023 ini, mana mungkin ada uang gaib.

atau harta gaib.

Jikapun leni punya kemampuan mengambil uang gaib itu dari dunia lain, kenapa tidak lakukan ritual itu sendiri.

dan nikmati harta itu sendiri.

Kenapa harus dengan mendekati ibuku dan mengatakan hal-hal tidak masuk akal untuk memeras uang ibuku.

Ibuku yang Lugu, dan juga baik. 

dunia ini terlalu tak seimbang untuknya. ibu masih saja berfkir, jika semua orang itu baik dan tak memanfaatkannya.


Lalu aku sebagai anak, aku tak pernah bicara serius soal ini pada ibu.

Selama ini aku hanya terkesan mendiamkan.

Karna aku tau, bicara dengan ibu adalah sia-sia.

Papaku saja tidak pernah diacuhkan kata-katanya.

Pemimpin tertinggi dalam rumah tangga saja ditentangnya demi leni.

Sampai papa menyerah dan pergi.


Aku yang anaknya, yang bukan kebanggannya ini 'apalah daya'.

Berhadapan dengan ibu adalah hal yang sesulit itu. Aku menghargai perasaannya sampai mengatakan fakta soal leni, akupun masih berfikir.

Ya, Siapa yang memahami perasaanku, pasti juga kesulitan menjabarkannya.


Terkadang, aku masih bicara sedikit.

Ibu langsung menyalak dan bicara panjang lebar lebih banyak.

Bicara kemana-mana dan tidak nyambung.


Lagipula sudah sejak sangat lama, kalau bicara ibu tak pernah memikirkan perasaanku.

Karna itu aku tak suka bicara pada ibu.


Aku lebih suka keadaan seperti sekarang ini.

Tinggal jauh dari ibu, merawat suami dan anakku dengan sebaik yang kubisa.

Tidak terlibat dalam persoalan apapun di rumah ibu.

Karna pada dasarnya setiap persoalan yang muncul, bukan disebabkan oleh ulahku.


Adikku yang dikejar deptkolektor karna hutang kereta dan pernikahanhya, itu adalah tanggung jawab adikku.

Kakakku yang bertengkar soal harta dengan suaminya, itu juga persoalan kakakku.

Dan ibu yang berhutang kemana-mana demi leni. Itu bahkan aku tak mau bertanggung jawab sedikitpun, karna aku pure tak tau apa-apa.


Terkadang ibu menelfonku, tapi aku sengaja tak menjawab.

Aku bahkan menghilangkan kontak dengan kakak dan adikku, karna aku tak suka mereka.

Aku terlihat bodoh dan lemah di mata mereka.

Aku juga tak bisa bicara banyak ini dan itu dengan mereka karna itu pasti sia-sia.

Lebih baik aku menulis di catatan ini, walau tak di dengar, tapi setidaknya aku lebih lega.


Dan catatan ini juga akan menjadi bukti jika di masa depan terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan.

Dan jika hal-hal buruk merugikanku, aku juga bisa menunjukkan catatan ini pada orang yang tepat. 

Senin, 08 Maret 2021

Note

 Hari ini, aku sudah merasa sedih sejak jam 11 siang. 

Ayah ku pulang ke rumah dan mau makan. 

Entah kenapa, semakin tua, aku semakin ingin jarang bertemu ayah. Bukannya aku tak sayang atau tak rindu. Tapi setiap kepulangan nya ke rumah, ada saja hal yang membuatku kecewa pada diri sendiri. 

Kenyataan bahwa aku bukan seorang ibu yang sempurna. Ibu yang tak pintar masak dan mengurus anak. 

Jangan kan memenuhi kebutuhan keluarga, untuk kebutuhan diri sendiri aku saja masih kesulitan. 

Karna kondisi ku ini, ayah punya sifat yang kadang-kadang, kumat, Kadang-kadang berubah ubah. 

Kenyataannya ayahku juga membenci suamiku. Baginya, suamiku itu tidak berguna (seperti adanya). Sekecil apapun kebaikan yang kami lakukan, seperti tak dihargai. 

Aku ingin segalanya berjalan sesuai mauku. Tapi sekarang hal itu tak mungkin. 

🙂🙃

Selasa, 29 Desember 2020

Sendiri

“mungkin saat ini belum saatnya aku bahagia dengan kehidupanku”

Rasanya aku tak sudi lagi disentuh oleh laki-laki meskipun itu suami sendiri.

Tubuhku rasanya sakit dan tak satupun yang peduli soal itu.

Cukup rasanya, 8 bulan menjalani peran sebagai istri yang sempurna. Udah saatnya aku kembali pada kesendirianku.

Meskipun kupikir, aku sudah menemukan seseorang yang sama sepertiku (yang selalu kesepian dan mampu menghargai perasaan seseorang yang sedang rapuh). Tapi ternyata tidak, hati yang seperti itu tidak pernah ada di dunia ini.

when i sad, im smile

 

 

Selasa, 15 Desember 2020

MAMA

 Mamaku itu… Sejak aku menikah hingga usia pernikahanku 9bulan, dia bukan lagi menjadi ibu panutanku.

Sebuah masalah yang ditimbulkan adik-adiknya, membuatnya menanggung beban yang gak seharusnya dia tanggung.

Suamiku bilang, mama itu ingin terlihat hebat (sok hebat) dan menjadi pahlawan untuk adik-adiknya. 

seolah semua masalah bisa diselesaikan atas kehendaknya sendiri.

Itulah mama, kuanggap sebagai wanita yang mudah dibodohi.

Aku tak membencinya, meskipun sudah berubah menjadi Buruk. Karna biar bagaimana, aku terlahir darinya.

Dan karna tindak tanduknya, aku tumbuh sedikit bijak.

Sejak aku hamil, perkataan dan Doa yang dilontarkan mama, kebanyakan memberiku peringatan dan nasehat yang mengarahkanku pada hal-hal yang negative.

Misalnya, “jika kamu malas, nanti sulit melahirkan”, “jika kamu lasak, nanti calon bayimu cacat”, “jika dokumen-dokumen yang diperlukan tidak segera diurus, nanti akan menyulitkan jika butuh BPJS, untuk proses persalinanku”.

Sampai hal-hal paling sepele, seperti memakai baju yang pas untuk wanita hamil, semua itu tetap dikatakan padaku dalam hal yang negative.

Aku tak ingin terjadi hal buruk apapun padaku, apalagi calon keturunanku. Tapi jika mama terus mencerca dengan kata-kata dan doa seperti itu malah aku jadi kepikiran.

Tak bisakah mama mengubah tata bahasa sesuai kondisi, agar tak terlalu menusuk di hati.

“tidak ada ibu yang ingin mencelakai anaknya, yang ada hanya anak durhaka yang suka membantah” Ho ho

Jika mama atau yang disebut ibu itu  terus saja menyakiti perasaanku. Bolehkah kubantah dia sesekali ketika kurasa keadaan tak cocok dengan kata-katanya.

‘oh tidak boleh ya, itu kan durhaka namanya’

Seandainya memang aku Durhaka, timbul rasa cemas dihati ketika akan melahirkan anakku kelak, aku takut akan kesulitan, karna didera karma.

Huuuffft…..

Seseorang tolonglah aku, bantu aku melegakan pikiranku.

by me



Jumat, 29 November 2019

Aku ingat saat kau mulai Pergi (ke KL)

Kamu mulai Cuek, dan mulai tidak peduli padaku.
Aku tidak pernah tau apa yang sedang kau lakukan dirumah ataupun ditempat kerjamu.
 Yang kutau, perasaanku selalu gelisah, dan curiga membabibuta.

Aku tidak bisa memastikan apa yang membuat perasaanku padamu kian tak enak, tapi sesuatu terus saja mengusik jiwaku.
=

*Aku ingat pertengkaran terakhir kita yang begitu dahsyat, kau menghinaku hanya karna aku berfoto hunting bersama 3 orang fotografer.
Sejujurnya saat hunting itu aku berfikir, jika aku masih sendiri dan bebas. Aku tidak sedikipun memikirkan perasaanmu karna pada saat itu aku merasa kau bukan suamiku.
Tak ada alasan aku harus mematuhimu..
Bahkan, kau seratus kali jauh lebih buruk daripada semua fotografer itu. Karna denganmu, aku tak pernah merasa bebas. Tak merasa  bahagia dengan hal yang kujalani.

Aku berteriak, mengusirmu, memukul dadamu, memaki dan menendang Kakimu.
Aku tidak memikirkan lagi Bagaimana Resikonya.
Benakku menjerit.

"Sesayang apapun aku, aku tidak akan Bersamamu"


*dan Aku ingat saat kau mulai berhenti menghubungiku. Aku menelfonmu 3 hari setelahnya karna aku takut kau akan Bunuh Diri atau melakukan hal yang tidak-tidak.
Tapi mungkin ini hanya sekedar khawatirku saja.


*Lalu aku ingat hari ketika Terakhir kau datang ke tempat kerjaku.
Begitu datang Kau memelukku dengan kaku dan perasaanmu yang dingin.
Sekuat tenaga kau mungkin menahan air matamu kala itu. 
Kau hanya Bercerita soal keuanganmu. Lalu kita bercinta.

Setelahnya kau bilang "Sebentar ya"..
Kufikir kau Pergi hanya untuk menjual kereta.
Tapi lalu hujan Turun, Angin Kencang meniup Seng rumah tetanggaku.
Orang2 Datang dan Gempar.

Kita sempat Video Call sebentar di Whatsaap.
Aku Berharap kau akan datang lagi, walau singgah sebentar sebelum kau Pulang. 
Tapi Tidak.
Nyatanya Kau tak akan datang lagi.
kata "Sebentar ya" itu adalah kata perpisahanmu untuk pergi jauh dariku selama 2tahun.


*Keesokan harinya, aku ingat saat kau posting sebuah video di dalam bus, bersama seorang wanita duduk disampingmu.
Matamu terlihat sayu dan Bajingan.
Aku belum tau apa2 soal rencanamu, hingga saat itu satu-satunya yang kulakukan adalah mencurigaimu punya wanita baru.
Aku masih Cemburu saat itu.


*ketika malam tiba, aku juga ingat, Kau baru memberitahuku via Chat Whatsaap bahwa selama ini kau sedang melakukan persiapan untuk pergi Ke Kuala Lumpur.
Kau akan bekerja disana, dibagian Kereta Api, Selama 2 tahun.
Dan Besok, tepatnya adalah tanggal kepergianmu "_______10______2019_"

Sontak aku kaget.

Selama ini aku bahkan tidak tau apa-apa. Hanya memaknai firasat burukku dengan Dugaan-Dugaan jahat tentang dirimu.

Kau bahkan tak pernah menyebut sekalipun soal Malaysia.
kau hanya menyinggungku soal pekerjaanmu nanti akan jauh, dan di bagian kereta api.

Aku marah, aku Kecewa. Semakin memperjelas jika aku memang bukan siapa-siapamu.
Yang bahkan berani menginjak harga dirimu beberapa hari yang lalu.

Perasaanku Campur aduk jadi satu, tak bisa kutuliskan lagi bagaimana rasanya.
Saat besok paginya, akupun berpura-pura ikhlas.
Memberimu suport dan semangat untuk mengejar Impianmu.

Tapi karna itu bukan kesungguhan. Fikiran busukku kembali beberapa hari kemudian.

++
kau sudah tau kan.
Aku ingat semuanya.
Aku ingat saat kau mulai pergi.
Aku ingat Rincian satu-satu tentang rasa sakit itu.

Dan aku ingat, dengan kebusukan hatiku yang takkan pernah bersedia untuk setia padamu.


Jumat, 18 Oktober 2019

Kata-kata yang Terlontar Ketika membayangkan hidup bersama sampah



Tak bisa kubayangkan
Membayangkannya saja mengerikan.

Seandainya jika kita bersama, Setiap hari aku harus menghadapi orang sombong sepertimu. Orang yang hanya membanggakan apa yang dia punya dan keluarganya saja.
Berhadapan dengan manusia keras kepala yang tidak bisa diajak bicara baik2 jika orang terdekatnya berbuat salah.

Yang bahkan terlalu pelit, hingga mau tak mau aku harus membalas sekecil apapun pemberiannya.
Setiap pagi, aku akan melihat rupa dan rambutmu yang awut2an tak terurus.

Brewok terus menerus tumbuh di wajahmu. Sengaja kau pelihara entah biar apa.
Dan kau banyak berkeringat hingga badanmu bau. Kulitmu makin gosong terkena matahari.

Belum lagi Cemburumu.
bisa cepat mati aku nanti, jika kau mulai berfikir hidupku bisa kau larang dan   kau penjara sesukamu.
Kalau aku berbuat salah, kau langsung menjadi hakim Hebat seolah kau Tuhan.

Wah,,, Membayangkannya saja membuatku bergidik ngeri. Kau fikir aku sebegitu menyukaimu ya.

Dasar Sampah  !!

Selasa, 06 November 2018

Be insulted


Maafkan aku sayangku.
Ini adalah salahku, karna sudah mempermainkan perasaannmu.

Maafkan aku karna tanpa sadarku, telah menjanjikan sebuah hal yang tidak bisa kupenuhi padamu.  Maafkan aku karna hanya bisa hadir untuk sebentar saja dari seluruh perjalanan hidupmu.

Dan juga tulus dari hatiku, semoga kamu mau terima kenyataan, dan berhenti untuk terus bersikap keras kepala hanya untuk mempertahankanku.

Aku akan memutuskan ikatan denganmu.
Aku akan membuat prosesnya menjadi mudah.

Aku akan menahan air mata ini dihadapan semua orang. Demi menutupi kondisi hatiku yang sudah tercabik-cabik.

Jika kamu terluka dan tidak bisa menerima keputusanku,  aku harap kamu bisa membenciku dan menyumpahi aku segera lenyap dari muka bumi ini.
Tapi jika kamu bisa menerima kepergianku seiring waktu, aku mohon agar kebesaran hatimu bisa memahami diriku yang seutuhnya tanpa cacat.

Aku sudah melakukan kesalahan besar sejak pertama kita bertemu. Kesalahan itu adalah aku telah membuka hati dan membiarkanmu masuk ke dalam hidupku.
Hingga aku jatuh cinta padamu dan merusak semua impian yang sudah lama kubangun -sedikit demi sedikit.

Kamu sudah menginjak-injak harga diriku, kamu menghina keluargaku, dan yang terberat kuhadapi, kamu sudah mengoyak ngoyak semua keyakinan yang tertanam dihatiku selama bertahun-tahun.
Tanpa sadar, kamu selalu menyakitiku.
Obat apapun, tidak bisa menyembuhkan sakit ini.

Malaikatkah kamu, atau Iblis yang sudah menjelma menjadi manusia yang kucinta.
Aku tidak tau ?

Aku sudah menceritakan padamu semua hal yang tak seharusnya kuberitahu pada siapapun.
Itu membuatmu menjadi saksi kunciku.
Bersamamu, kurelakan semua Rahasia hidupku kau bawa.

Dan juga, aku sudah memberikan yang tak seharusnya kuberikan padamu. Otomatis membuatku tak ada harganya lagi dimatamu.

Aku lupa kekecewaanku dulu. Aku lupa kondisiku yang pernah rapuh dan kecewa.
Hingga aku berani berharap jauh dan bisa melewati hariku bersamamu.

Tapi kembali, tetap ada hal yang tidak bisa kuubah dari diriku, dan tetap saja ada hal yang tidak bisa kau ubah dari dirimu. Kita akan tetap membawa itu sampai seandainya kita sudah bersama.

Kamu akan tetap mengungkit kesalahanku. Tetap, mengingat semua kejadian menyakitkan di masa lalu, dan tetap bertahan dengan sifat kerasmu yang sama sekali tidak bisa diubah.

Dan  aku, akan tetap rapuh dengan hinaan yang kau ungkit, akan tetap merasa bersalah seumur hidupku karna bertemu denganmu di saat yang tidak tepat. Dan karna aku sudah hancur  berkeping-keping jauh sebelum akhirnya kau menghancurkanku kembali.

Dalam hati yang luka, jiwa yang dilema :/


Jumat, 13 Juli 2018

Pelik Hati

Aku tak tau harus berbagi kesedihan ini pada siapa ?
Aku seolah tidak memiliki siapapun di Dunia ini.

Aku ingin kembali pada Tuhan, Tapi aku malu.
Terlalu banyak perintah Dari-Nya yang tidak aku patuhi.

jika aku bersedih mengadu padanya, Akankah Tuhan Sudi menerima aduanku.

Aku benar-benar ingin hidup sendiri sampai mati.
Setidaknya tidak ada yang menyakitiku.
Dan setidaknya aku tidak menyakiti siapapun.

Jika Ibuku Pergi. Mungkin segala penderitaanku akan berakhir.
Tapi tidak mungkin aku mendoakan agar Dia Pergi.
Ayahku butuh Ibu untuk menyambung hidupnya.

Atau jika aku turuti egoisku ini saja.
Aku ingin sekali meninggalkan ayah dan ibu.
Agar Aku tenang, agar Nafasku ini ada iramanya.
dan Agar Hidupku terasa lebih bermakna.

Tapi Kimak.
Hidupku rasanya seperti Taik.
Aku Bahkan tak Punya Pilihan.

Untuk kebahagiaan diriku sendiri saja aku benar-benar tak punya Hak.
Apa aku harus jadi Bajingan agar bisa terbebas.

Jika aku terus berada dalam kandang ini.
Mungkin aku akan membusuk dan membangkai dalam detak yang Tak Henti.

Sebenarnya untuk apa aku berada di sini.
Aku seolah hanya memenuhi pantat bumi dengan taik busuk.

Adakah yang bisa menopang hidupku tanpa syarat.
Adakah Cinta Tulus yang mendekap tanpa hasrat ingin menyakiti.
Bukankah benar jika cinta itu Derita.

Lantas aku Harus apa?

Aku Harus terus menunggu kebahagiaan itu Tiba.
Cuih.

Aku tau Roda dan Dunia Pasti Berputar.
Maksudku, dalam proses perputaran itu 'Aku harus berbuat apa.

Jika Semua yang aku lakukan ini salah.
Jika semua pilihan yang kujalani ini Ditentang.

Apa Lagi.
Siapa lagi yang berada di pihakku.
Yang mana lagi yang mau membela dan memahami jalan hidupku.

Tuhan. Maafkanlah aku.
Aku Yakin Kau yang Maha Pengasih mau mengasihi seorang hamba sepertiku.

Meski aku tak tau.
Apakah Jalan yang menjauhi perintahmu ini akan Kau Pahami.

Pernahkan aku menyakiti orang lain dengan sedemikian rupa,
sampai aku harus menanggung hal menyakitkan semacam ini.

Mereka kira aku ini apa?

Robot yang bisa digerakkan dengan Remote?
Boneka yang bisa diarak kemanapun dengan cara apapun?
Atau anak kecil yang harus terus dimomong.

Omong Kosong ?!
Apa artinya perjalanan hidupku yang sudah selama ini ?
kenapa Aku Belum kalian anggap dewasa di Usia yang Seperempat abad ini.

Kalian pikir Otakku ini kosong lompong seperti Otak Bayi.
Autis dan tidak berkembang.

Apa memang Harus !
Begitu !

Sampai usia 50 aku tak bisa mendapat jalanku sendiri./

Ah Pelik Sekali.